CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS

Sabtu, 07 Juni 2008

REPORT PUTARAN I IFL 2008


PDF Print E-mail
Tuesday, 03 June 2008
Setelah istirahat selama 1 tahun lebih Liga Pro Futsal kembali digelar. 7 tim telah memperlagakan kemahirannya dalam beberapa pertandingan. Hanya sangat kelihatan bahwa kualitas permainan menurun dibandingkan tahun lalu.

Tahun lalu 4 tim yang kuat saling bisa mengalahkan dan dari skor pertandingan banyak sekali seri atau beda 1-2 gol. Jika di bandingkan dengan tahun ini contoh saja PLN Electric dimana dalam 4 pertandingan mrk mencatat rata2 8,25 gol per pertandingan. Tahun ini saya melihat hanya PLN Electric dan Biangbola yang akan merebut tempat di final. 2 tim lain nya adaah Pelindo 2 dan kemungkinan My Futsal. Semoga pada putaran berikutnya ke 2 tim ini mampu bangkit dan memberi perlawanan lebih sengit kepada PLN Electric dan Biangbola.

Akan tetapi jika melihat perkembangan pada putaran pertama hanya Pelindo 2 yang menunjukan grafik meningkat, dari segi pemain dan cara bermain Pelindo mulai unjuk gigi terutama pada laga terakhir di mana Pelindo kalah 4-2 melawan Biangbola. Kekalahan ini seharusnya tidak terjadi jika kiper Pelindo Dwito, yg bermain cukup bagus pada putaran ini, tidak melakukan 2x blunder. Bahkan dr segi permainan dan ball possesion pertandingan ini selayaknya menjadi imbang. Biangbola bermain cukup bagus dimana tahun ini di perkuat dengan pemain senior seperti Andre Picessa, Toni dan Hendri. Tidak ada perubahan pada permainan Biangbola di banding tahun lalu, pemain inti yang menghandalkan skill individu merupakan gaya mereka yang tahun lalu mampu menjadi juara Liga Pro 1. PLN Electric yang di huni oleh 11 pemain timnas dan 3 mantan timnas masih belum unjuk gigi. Saya merasa bahwa mereka hanya bermain seperti tarkam, tanpa disiplin, tempo permainan terlalu lambat.

Skor yang besar menutupi kelemahan PLN Electric pada saat ini, seharuanya mereka mampu bermain lebih bagus lagi, seperti yang mereka tunjukan bersama timnas. Dan faktor meremehkan cepat sekali menyusup ke kubu PLN Electric, terutama pada laga melawan My Futsal di mana pada bbk 1 PLN unggul dengan skor 6-0 dan babak ke 2 malah kalah dengan 3-2 hingga skor akhir menjadi 8-3. Semoga para pemain lebih berani mengambil tanggung jawab dalam bermain dan tidak hanya memprioritaskan skor di atas segalanya. Beda cerita dengan My Futsal, tim debutan ini menunjukan fighting spirit yg luar biasa pada saat melawan PLN di babak ke 2 dan juga mampu menghancurkan SWAP dengan dubbel digit, hanya permainan yang di tunjukin tim muda ini masi jauh di bawah 3 tim lain nya PLN, Biangbola dan Pelindo 2. Terutama teknik dasar para pemain muda ini sangat mengecewakan, dimana mereka telah berlatih selama 4 bulan dan 4x seminggu.

Tidak bicara soal pola yang di terapkan. Pada laga terakhir kelemahan My Futsal baru terbuka dimana mereka bermain lawan Mastrans dengan gaya Spartan nya. Pertandingan penutup ini adalah pertandingan yg sangat mengecewakan dari segi permainan Futsal, memang saya akui sangat tegang, ke 2 tim ingin memetik 3 angka. Dari berbagai kalangan yang saya temui di GOR pada saat pertandingan berlangsung komentar mereka indentik, ini Futsal atau Sepakbola yah???? Performa ke 2 tim sangat mengecewakan, dimana terbukti bahwa pemain ke 2 tim tidak sanggup untuk membangun serangan dari belakang, hingga bola sebagian besar berada di udara, layak nya divisi 3 liga inggris yang bermain. Hal ini mendegradasikan permainan Futsal.

Terakhir 3 tim di papan bawah Mastrans, Dupiad Fakfak dan SWAP. Saya hanya berterima kasih bahwa mereka bersedia mengeluarkan banyak dana agar bisa mengikuti Liga Pro ini. Hanya dari segi kualitas sangat mengecewakan.

Semoga semua tim mengambil banyak hikmah dari putaran pertama ini agar pada putaran selanjut nya para penonton yang mengeluarkan duit juag di hibur dengan REAL FUTSAL.



Viva Futsal Indonesia,
Justinus Lhaksana


di posting dari Adjie Massaid Futsal Clinic

0 komentar: